BUSTANUL HUDA

Sejarah Singkat

SEJARAH BERDIRINYA

PONDOK PESANTREN BUSTANUL HUDA PAGAR PUDING


1.      Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Bustanul Huda Pagar Puding

Pondok Pesantren Bustanul Huda Pagar Puding didirikan oleh KH. Lukman Ahmad, pada hari Kamis Tanggal 21 Dzulhijjah 1419 H atau bertepatan dengan Tanggal 8 April 1999-an, yang bertepatan dengan hari kelahiran beliau Sendiri.

Berawal dari berdirinya Madrasah Dinniyah Bustanul Huda disuatu Dusun Pajar Makmur Desa Pagar Puding, pada hari Senin Tanggal 7 Syawwal 1419 H bertepatan dengan Tanggal 25 Januari 1999-an.

Madrasah Dinniyah Bustanul Huda ini pada mulanya melaksanakan pembelajaran pada sore hari dengan jumlah murid lebih kurang 60 Orang, itupun termasuk murid yang masih bersekolahan di bangku Sekolah  dasar (SD). Sebagai tambahan ilmu agama, setelah mereka belajar di sekolah dari pagi sampai siang hari, siang sampai sore mereka belajar di Madrasah Dinniyah Bustanul Huda dengan jumlah pengajarnya sebanyak 5 orang, itupun tidak berjalan lama hanya berjalan lebih kurang 4 bulan saja, dikarenakan dengan lokasinya yang sempit yang hanya memanfaatkan 4 ruang belajar yang sudah lama tidak di terpakai yang terdapat di perkarangan Masjid Assyakur di Dusun Pajar Makmur Desa Pagar Puding.

KH. Lukman Ahmad, berkeyakinan bahwa Madrasah Dinniyah Bustanul Huda ini tidak mungkin bisa dikembangkan dengan keterbatasan lahan yang berdekatan dengan rumah masyarakat. Sedangkan keinginan beliau (KH. Lukman Ahmad, S.Pd.I), ingin mengembangkan Madrasah Dinniyah ini menjadi lebih besar lagi, yaitu menjadi Pondok Pesantren, dan pada akhirnya  Madrasah Dinniyah Bustanul Huda ini di tutup.

Sementara itu KH. Lukman Ahmad, dengan tekadnya yang kuat untuk terus mengajar dan mendidik anak-anak, remaja di Desa Pagar Puding yang ketika itu pendidikan yang mereka pelajari, khususnya di bidang Ilmu Agama sangat memperihatinkan untuk masa yang akan datang, oleh karena itu, beliau (KH. Lukman Ahmad ) memanfaatkan rumah kediamannya sebagai tempat untuk belajar mengaji Alqur�an dan Kitab-kitab Salafiyah (Kitab Kuning).

Seiring dengan berjalannya waktu, lebih kurang 4 bulan lamanya rumah kediaman KH. Lukman Ahmad, semakin banyak sehingga tidak memungkin untuk bisa menampung murid-muridnya yang terus berdatangan dari desa tetangga bahkan ada yang datang dari luar Kabupaten Tebo seperti dari Kabupaten Bungo dan Merangin, mereka ingin belajar dan mendalami Kitab-kitab Salafiyah (Kitab Kuning) seperti Ilmu Nahwu, Sharaf, Fiqih, Tauhid, dan Kitab-kitab yang lainnya. Bahkan dengan semangat dan  kesadaran sendiri orang tua dari muridnya, mereka bahu membahu dan bergotong royong dalam membangun pondok-pondok kecil dari kayu sebagai tempat kediaman anak-anak mereka disekitaran rumah kediaman beliau (KH. Lukman Ahmad) yang akrab disapa ketika itu dengan sebutan Ustadz Lukman. Mereka belajar mengaji di pagi hari, siang dan malam harinya.

Melihat kondisi tempat belajar para muridnya ketika itu, maka timbullah Inisiatif beliau (KH. Lukman Ahmad), Orang Tua dan Masyarakat Desa Pagar Puding, berkeinginan untuk membangun satu Mushalla dan tiga kelas (lokal)  belajar dengan bahan dari kayu secara  Swadaya sebagai sarana belajar dan mengajar yang pada saat itu belum ada Pendidikan Formal dan hanya Pembelajaran serta Pengajian Kitab-kitab Salafiyah murni. Maka disinilah cikal bakalnya berdirikan Pondok Pesantren Bustanul Huda Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.

 

2.      Asal nama Pondok Pesantren Bustanul Huda Pagar Puding

Bustanul Huda berasal dari nama Pondok Pesantren Bustanul Huda di Desa Co Seutui Kecamatan Blang pidie Kabupaten Aceh Selatan (Sekarang Aceh Barat Daya) Provinsi Aceh Daarussalam, Aceh. Yang bernama Pondok Pesantren Bustanul Huda. Di Aceh Selatan. Di Pondok Pesantren inilah KH. Lukman Ahmad belajar mempedalam Ilmu Agama (khusus Kitab-kitab Salapiyah/Kitab kuning) dari Tahun 1988 sampai Tahun 1996, ketika itu di asuh oleh Allahu Yaham KH. Syammarpaly.

Sebelum merantau ke Aceh, KH. Lukman Ahmad. Beliau (KH. Lukman Ahmad) menamatkan Pendidikan Formalnya di SMEA Muara Bungo Provinsi Jambi. Beliau juga belajar mengaji kepada seorang Ulama di Tebo Provinsi Jambi yaitu Allahu Yarham Tuan Guru �Ahmad Zihin� (orang tua beliau sendiri) selama lebih kurang 4 Tahun lamanya dari Tahun 1988 sampai Tahun 1988. Sedangkan beliau (KH. Lukman Ahmad) belajar di Pondok Pesantren Bustanul Huda di Aceh lebih kurang 8 Tahun lamanya dari Tahun 1988 sampai dengan Tahun 1996. Setelah menamatkan belajarnya di Pondok Pesantren Bustanul Huda di Aceh, beliau juga mengabdi di Pondok Pesantren Nurul Jalal Kabupaten Tebo Propinsi Jambi lebih kurang 3 Tahun. Merasa terpanggil untuk membangun Pendidikan di kampung kelahirannya, beliau pulang dan merintis untuk mendirikan sebuah Pondok Pesantren yang merupakan cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Bustanul Huda Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.

 

3.      Berdirinya Pondok Pesantren Bustanul Huda Pagar Puding

Setelah menjalani proses yang cukup panjang dari Madrasah Dinniyah dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain, sehingga pada hari Kamis Tanggal 21 Dzulhijjah 1419 H bertepatan Tanggal 8 April 1999, resmilah berdirinya Pondok Pesantren Bustanul Huda Pagar Puding� yang pada mulanya hanya menjalankan proses belajar mengajar dengan program �Dinniyah Salafiyah� murni dari Tahun 1999 sampai dengan Tahun 2002.

Seiring dengan berjalannya waktu, Pondok Pesantren Bustanul Huda Pagar Puding terus berbenah diri untuk mendidik generasi muda dan menciptakan generasi yang berkompetisi dan berakhlakul karimah, tentu santri-santrinya tidak hanya dibekali dengan Ilmu Ukhrawy, tetapi juga mereka harus dibekali dengan Ilmu Duniawi. Maka pada Tanggal 29 Juni 2002 didirikanlah Lembaga Pendidikan Formal Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bustanul Huda, namun karena keterbatasan ketika itu proses belajar mengajar program Madrasah dilaksanakan pada Siang sampai Sore hari (pukul 13:30 Wib sampai dengan 17:30 Wib), sedangkan pada pengajian pagi dan malam hari tetap dilaksanakan program pengajian Dinniyah Salafiyah.

Kemudian setelah berjalan lebih kurang 3 Tahun. Program Madrasah Tsanawiyah di rubah pelaksanaan belajarnya dari pagi sampai siang hari (pukul 07:30 Wib sampai dengan 13:30 Wib). Untuk mengembangkan dan mempelancar proses pendidikan, maka dibentuklah suatu Yayasan Pondok Pesantren Bustanul Huda dengan Notaris Izmiral SH. No. 02 Tanggal 14 November 2003.

Untuk menampung Santriwan/i lulusan MTs Bustanul Huda dan lulusan SMP yang ada di sekitar Desa Pagar Puding yang animo masyarakatnya cukup besar untuk masuk ke Pondok Pesantren Bustanul Huda, terutama mereka yang berasal dari Kabupaten Tebo, Bungo, Merangin serta Kabupaten Batang Hari Jambi. Maka pada Tahun 2005 didirikanlah �Madrasah Aliyah� Bustanul Huda, sehingga Yayasan Pondok Pesantren Bustanul Huda telah melaksanakan tiga program pembelajaran, yaitu :

1. MTS Bustanul Huda (Tahun 2002 sampai Sekarang)

2. MAS Bustanul Huda (Tahun 2005 sampai Sekarang)

3. Madin Bustanul Huda (1999 sampai Sekarang)

Dengan jumlah santri ketika itu 300-400 Orang Santri yang berasal dari Kabupaten-kabupaten dalam Provinsi Jambi.


            

© Direktory Papkis. All Rights Reserved. Created by Bidang Papkis Kanwil Kemenag Provinsi Jambi